Sabtu, 8 Agustus 2026

Waduh, Markas Teroris Poso Pindah ke Halmahera?

 JAKARTA, PE – Isu pemindahan markas para kelompok teroris dari Poso Sulawesi Tengah ke Halmahera, Maluku Utara masih terus didalami oleh Polri. Hal ini diketahui setelah Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah teroris di Cilegon, Banten beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, meski hal itu belum tentu benar, mereka akan tetap mendalaminya.

“Masih kita dalami. Itu hanya penjelasan yang bersangkutan (pelaku) bahwa mereka mempunyai niat perencanaan digali lebih dalam,” ucap dia, Senin (27/3).

Martinus mengungkapkan, sejauh ini wilayah Poso telah dikuasai personel Porli dan TNI. Pascaoperasi Tinombala beberapa waktu lalu, seluruh personel melakukan penjagaan ketat.

“Ruang mereka semakin sempit dan wilayah itu sudah dikuasai sepenuhnya oleh satgas Tinombala,” tegasnya.

Terkait isu pemindahan kamp Halmahera, Martinus menduga hal itu merupakan bagian dari kamuflase para teroris. “Bisa jadi ini menyembunyikan wilayah sebenarnya,” sambung dia.

Sebelumnya sebanyak tujuh teroris terus diperiksa oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Mereka semua adalah kelompok teror di bawah komando SM alias AR (45) yang ditangkap Kamis (23/3) kemarin di Bekasi, Jawa Barat.

Martinus menerangkan, salah satu tujuan kelompok ini membuat pelatihan militer di Halmahera, Maluku Utara. Padahal diketahui sejauh ini fokus kelompok teroris Indonesia berpusat di Poso, Sulawesi Tengah.

“Kelompok ini akan membuat lokasi pelatihan di wilayah Halmahera. Beberapa dari kelompok ini (sudah) melakukan pelatihan di Filipina,” kata Martinus di Divhumas Polri, Kebayoran Lama, Jakarta Selata, Jumat (24/3).

Lanjut dia menuturkan, kelompok ini memiliki koneksi dengan kelompok teroris Filipina. “Mereka berlatih, beli senjata, bertukar informasi. Ini bagian dari koneksi mereka dengan kelompok teror,” sambung dia.

Terkait pemilihan Halmahera sebagai lokasi latihan militer, hal ini akan didalami oleh tim Densus. Menurut Martinus, sekarang akan dicek apakah tempat pelatihan sudah atau hanya sebatas rencana.

“Akan didalami kenapa merencanakan melakukan camp pelatihan di Halmahera. Apakah sudah ada atau belum, belum diketahui. Mereka ingin pindahkan kamp di Poso ke Halmahera,” pungkasnya.

(Fajar/JPG/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital