Selasa, 11 Agustus 2026

Potret Kampung Nelayan Muara Angke: Dulu Kumuh-Banjir, Kini Layak Huni dan Buka Akses Ekonomi

Lavc61.3.100

Jakarta, PaluEkspres.com — Wajah Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, kini berubah total. Jika dulu warga was-was setiap kali banjir rob, kini lebih tenang. Mereka masih bisa tidur nyenyak karena pemerintah menyediakan rumah panggung dan rumah apung.

Dulu akses jalan ke sana hanya beralaskan kulit kerang, sekarang jalannya sudah dibeton. Mobil bisa mudah hilir-mudik untuk mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan.

Dan dulu, anak-anak kesulitan mencari tempat bermain saking kumuhnya permukiman. Kini, area bermain mereka bahkan luas, ditambah terhampar lapangan futsal di tengah permukiman yang bisa dipakai kapan pun.

“Saya beruntung dengan adanya kampung nelayan ini. Hidup saya berubah jadi lebih baik. Tempat tinggal jadi lebih nyaman,” kata Warya, nelayan pencari kerang hijau, yang tinggal di Kampung Nelayan Muara Angke, dikutip dari kanal Youtube Penjaga Harapan, Sabtu (7/3).

Kampung Nelayan Muara Angke merupakan salah satu dari program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Kementerian Kelautan dan Perikanan menggandeng Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk menata dan menciptakan kampung-kampung nelayan di Indonesia.

Di Kampung Nelayan Muara Angke, rumah-rumah nelayan dibuat terapung. Pemerintah juga membangun rumah panggung agar terbebas dari banjir rob.

Setiap rumah panggung dan apung di sana juga dilengkapi panel surya. Disediakan pula toren untuk menyimpan air bersih.

“Kalau sekarang sudah enak. Rumahnya sudah panggung semua, dibantu Pak Prabowo. Kagak banjir. Dulu mah banjirnya gede, terus rumahnya kebanjiran. Sekarang kan enak udah dibangun tuh, rumahnya tinggi-tinggi,” kata Sunenti, pengupas kulit kerang.

Dari sisi penghasilan, Sunenti juga bersyukur karena pendapatannya bertambah saat ini. Dulu harga kerang sangat murah, hanya Rp3.500 per kilogram (kg), saat ini meningkat hingga sepuluh kali lipat.

“Kalau kerang enakan yang dulu, tapi duitnya enakan sekarang. Dulu mah masih murah Rp3.500, kalau sekarang 35-30 (antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu,” kata perempuan asal Indramayu, Jawa Barat, yang sudah tinggal puluhan tahun di Kampung Nelayan Muara Angke itu.

Peningkatan pendapatan juga dirasakan Feri Setyawan, pedagang ikan. Sebelum area permukiman dibenahi, dia hanya bisa membawa ikan dari para nelayan menggunakan sepeda motor. Paling berat muatan yang bisa dia bawa hanya satu atau dua boks, sekitar 50 kg.

“Nah, kalau untuk sekarang itu lebih enak lagi. Bawanya bisa satu ton, pakai mobil,” kata Feri. Perubahan itu terjadi karena akses jalan hingga ke tempat sandar kapal nelayan menjadi lebih mudah.

Perubahan juga dirasakan oleh anak-anak. Dimas Rangga Saputra, anak seorang nelayan yang tinggal di sana, mengaku menemukan banyak alternatif untuk bermain.

Di Kampung Nelayan Muara Angke saat ini terdapat dua area bermain, yakni di taman bermain dan lapangan futsal.

“Sekarang lebih bagus. Dulu mah nggak ada tamannya, nggak ada tempat bermainnya. Sekarang ada,” kata Dimas.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization