Sabtu, 8 Agustus 2026

Bukan Terkait Teroris, Ini Kronologi Deportasi Anggota DPRD Pasuruan dari Syria

PALU EKSPRES, JAKARTA – Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menyebutkan bahwa anggota DPRD Pasuruan Muhammad Nadir Umar yang diamankan Densus 88 Antiteror di Bandara Juanda, Sabtu (8/4) kemarin, bukan terkait jaringan terorisme.

Rikwanto mengatakan, Nadir merupakan relawan yang ingin mendonasikan bantuannya ke posko pengungsi, kebetulan berada di perbatasan Syria-Turki.

Namun, keberadaan Nadir itulah yang akhirnya diklaim oleh otoritas Turki patut untuk dideportasi. Dia dideportasi bersama rekan Nadir. yaitu Budi Mastur dari LSM Forum Dakwah Nusantara.

“Setiap deportan yang berhubungan dengan Turki maupun informasi radikal dari pemerintah lain, seperti biasanya dideportasi. (Kemudian) diberitahukan ke Densus 88 untuk di lakukan pemeriksaan,” kata Rikwanto kepada JPNN, Minggu (9/4).

Berikut kronologi perjalanan Nadir sehingga akhirnya dideportasi oleh Turki:

-Kedua WNI tersebut masuk ke wilayah Syria menggunakan cover relawan misi kemanusiaan, yang merupakan relawan dari Yayasan Qouri Umah. Rencana dana yang disalurkan oleh yayasan ini, sebesar USD 20 ribu (setara Rp 266 juta) yang akan didonasikan kepada para pengungsi di Turki dan Lebanon.

– Pada 31 Maret 2017, keduanya berangkat melalui rute Indonesia-Kuala Lumpur-Istanbul.

– Pada 1 April 2017, sampai di Istanbul dan dijemput oleh perwakilan dari Qoirum Umah yang berada di Istanbul.

– Pada sore harinya kemudian sempat mengunjungi tempat pengungsian warga Palestina di Istanbul.

– Pada 2 April 2017, berangkat ke daerah Gazianteb untuk penyaluran bantuan.

– Kemudian sore harinya dilanjutkan ke Kota Rayhanli, perbatasan Turki-Syria. Setelah selesai melakukan penyaluran bantuan kemudian menginap di kantor cabang Qoiru Umah di Rayhanli dan kemudian kembali ke Istanbul.

– Pada 4 April 2017, berangkat ke Lebanon. Setelah sampai di Lebanon, terkendala mengenai visa dan kemudian dikembalikan ke Istanbul.

– Setelah sampai di Istanbul kemudian diketahui bahwa mereka telah memasuki daerah perbatasan dan kemudian diamankan oleh Imigrasi.

– Pada 5 April 2017, dilakukan pemeriksaan di RS di Istanbul.

– Pada 6 April 2017 kemudian dideportasi ke Indonesia via Kuala Lumpur. Nadir dideportasi Surabaya, sedangkan Budi di Bandung.

(mg4/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital