Selasa, 11 Agustus 2026

Pemerintah: Ketersediaan Jagung, Gula, hingga Telur Ayam Diproyeksikan Surplus Jelang El Nino “Godzilla”

Jakarta, PaluEkspres.com — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengatakan bahwa komoditas pangan strategis seperti jagung, gula, telur ayam, dan daging ayam diproyeksikan surplus pada Mei 2026, berdasarkan neraca pangan nasional hingga periode tersebut.

Dengan demikian, ia menyebut stok pangan strategis diharapkan cukup untuk menghadapi tantangan iklim, termasuk musim kemarau akibat fenomena El Nino “Godzilla”.

“Tantangan pangan semakin kompleks, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta perubahan iklim. Namun, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, pangan strategis nasional berada pada kondisi surplus dan relatif aman,” ujar Amran dalam Rapat Kerja di Gedung DPR, Selasa (7/4).

Ia kemudian merinci proyeksi surplus komoditas pangan strategis berdasarkan neraca pangan nasional hingga Mei 2026.

Pertama, gula konsumsi diproyeksikan surplus 632 ribu ton, berdasarkan proyeksi ketersediaan sebesar 1,81 juta ton dan kebutuhan sebesar 1,18 juta ton. Kedua, daging ayam juga diproyeksikan surplus 837 ribu ton, dengan mempertimbangkan proyeksi suplai sebesar 2,52 juta ton dan kebutuhan sebesar 1,68 juta ton.

Ketiga, pasokan telur ayam nasional diprediksi surplus 423 ribu ton, berdasarkan proyeksi ketersediaan sebesar 3,16 juta ton dan kebutuhan sebesar 2,73 juta ton. Keempat, jagung juga diproyeksikan surplus 4,35 juta ton, dengan mempertimbangkan proyeksi suplai sebesar 11,49 juta ton dan kebutuhan sebesar 7,13 juta ton.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, Amran juga menyebut pemerintah akan terus berkomitmen menjaga harga komoditas pangan strategis, yang menurutnya kini cenderung stabil setelah bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Dalam bahan presentasi yang dipaparkannya di Gedung DPR, ia menyatakan bahwa harga beras medium, beras SPHP, kedelai, dan bawang putih cenderung stabil pada periode 21 Maret hingga 5 April, dengan rata-rata harga berada 3 hingga 7 persen di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

Bahkan, harga rata-rata cabai merah keriting juga relatif terkendali, yakni di kisaran 18 persen di bawah HET.

“Secara umum, harga pangan terkendali. Di saat bulan puasa, beberapa harga komoditas berada di atas HET tapi terkendali, dan inflasi pangan pun menunjukkan penurunan menjadi 1,58 persen di Maret 2026,” pungkasnya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization