Minggu, 9 Agustus 2026

Jaga Stasbilitas Harga Beras, Pemerintah Sudah Salurkan 388,3 Ribu Ton Beras SPHP

Jakarta, PaluEkspres.com – Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga beras di tengah dinamika pasokan dan permintaan yang terjadi di masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan oleh Perum BULOG.

Hingga akhir April 2026, realisasi penyaluran beras SPHP tercatat telah melampaui 380 ribu ton. Rinciannya, sebanyak 221 ribu ton disalurkan pada periode Januari–Februari, sementara 167,3 ribu ton merupakan penyaluran lanjutan sejak Maret hingga April. Dengan demikian, total beras yang telah disalurkan sejak awal tahun mencapai 388,3 ribu ton.

Capaian ini mencerminkan konsistensi BULOG dalam menjaga kesinambungan distribusi beras kepada masyarakat, tanpa adanya gangguan meskipun terjadi transisi program di awal tahun.

Sepanjang 2026, BULOG sendiri mendapat penugasan untuk menyalurkan total 828 ribu ton beras SPHP.

Penugasan tersebut mengacu pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 tanggal 11 Februari 2026 terkait Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Program ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan harga beras di pasar.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penyaluran beras SPHP dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

“Penyaluran beras SPHP ini dilakukan sepanjang tahun sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” ujar Rizal, ditulis Kamis (30/4).

Untuk menjangkau masyarakat secara luas, penyaluran beras dilakukan melalui berbagai jalur. Di antaranya melalui pedagang pengecer di pasar rakyat, BUMN, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, outlet binaan pemerintah daerah, hingga koperasi instansi pemerintah.

Distribusi juga didukung oleh TNI dan Polri, termasuk melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Selain itu, jaringan distribusi diperkuat melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang kini telah mencapai sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia. Jaringan ini juga diperluas ke ritel modern dan swalayan, sebagai upaya memastikan akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin mudah dan merata.

Dalam penyalurannya, beras SPHP dikemas dalam ukuran 5 kilogram dengan kualitas beras medium. Harga jualnya mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp12.500 per kg untuk Zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi.

Sementara Zona 2 mencakup Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, serta Kalimantan dengan harga Rp13.100 per kg. Adapun Zona 3, yaitu Maluku dan Papua, ditetapkan sebesar Rp13.500 per kg.

Dengan dukungan stok yang memadai, jaringan distribusi yang luas, serta sinergi lintas sektor, BULOG memastikan program SPHP terus berjalan optimal sepanjang tahun 2026.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, sekaligus menjamin akses pangan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization