Sabtu, 8 Agustus 2026

Prabowo Tak Rela BUMN Industri Pertahanan Dijual ke Asing: Kita Bangkitkan!

Lombok, PaluEkspres.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, dirinya tidak rela jika perusahaan-perusahaan milik negara jatuh ke tangan pihak asing. Karena itu, pemerintah terus berkomitmen memajukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satu yang utama yakni BUMN industri pertahanan.

“Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang,” kata Prabowo dalam seremoni peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).

Ia menyebut PT PAL Indonesia, PT Pindad, hingga PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sempat mau dijual ke pihak asing. Namun, di bawah kepemimpinannya, pemerintah terus berupaya memperbaiki tata kelola BUMN.

“Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia mau dibunuh. Mau dijual. Kita bangkitkan. Sekarang akan kita bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu,” ucapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu menggencarkan pemberantasan korupsi. Prabowo pun menyerukan komitmennya untuk membangkitkan industri pertahanan dalam negeri agar berdaya saing global.

“PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat,” katanya.

Adapun PT PAL telah memproduksi beberapa kapal-kapal pertahanan yang kualitasnya telah diakui, seperti Kapal Selam KRI Alugoro yang dirakit melalui transfer teknologi dengan Korea Selatan. Selain itu, ada juga Kapal Cepat Rudal 60 m KRI Sampari yang 100 persen diproduksi insinyur lokal.

Prabowo juga menyebut bahwa pasukan militer kerajaan Arab Saudi menjalin kerja sama pertahanan dengan PT Pindad.

“Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi ini akan dibangun oleh PT Pindad. Senjata kita teruji,” tuturnya.

Beberapa prestasi di bidang pertahanan juga ditorehkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Prabowo menyebut TNI Angkatan Darat merebut juara umum di pertandingan menembak se-Asia Pasifik di Australia sebanyak 13 kali.

Menurutnya, prestasi TNI di kancah global menjadi simbol bahwa ketika tata kelola sumber daya tidak dikorupsi, dipimpin oleh komando yang baik, dan difasilitasi dengan infrastruktur yang memadai, maka hasilnya akan selalu memuaskan.

Presiden pun berharap industri pertahanan dalam negeri akan terus bangkit melalui tata kelola badan usaha yang transparan, bertanggung jawab dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital