Sabtu, 8 Agustus 2026

Resmikan Lima Bendungan, Prabowo: Saya Yakin Kita Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia

Lombok, PaluEkspres.com – Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat (10/7) meresmikan lima bendungan yang diharapkan menjadi penguat ketahanan pangan, energi, dan air nasional.

Kelima bendungan tersebut terdiri atas Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh.

Rencananya, bendungan-bendungan tersebut memiliki daya tampung 371 juta meter kubik dan mampu mendukung produksi padi hingga 720 ribu ton per tahun.

Prabowo mengatakan bahwa kehadiran bendungan tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa Indonesia akan memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan dunia pada masa mendatang.

“Saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia. Dari kita impor, impor, impor, sekarang kita sudah mulai ekspor pangan ke negara-negara lain,” ujar Prabowo.

Menurutnya, Indonesia saat ini tengah melangkah secara bertahap menuju tujuan tersebut.

Sebagai contoh, Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun lalu sehingga membuka peluang untuk melakukan ekspor. Selain itu, Indonesia juga diproyeksikan mencatat surplus pasokan pada sejumlah komoditas pangan strategis lainnya.

Menurutnya, sejumlah negara bahkan telah meminta Indonesia untuk memasok kebutuhan pangan mereka.

“Sekarang kita sudah diminta bantuan. Mohon kita bisa jual ke Brasil, Filipina, India,” katanya.

Prabowo menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tengah berada di jalur kebangkitan, khususnya di sektor pangan. Menurutnya, berbagai pembangunan infrastruktur pendukung akan semakin memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

“Jadi Indonesia sekarang, tanpa banyak gembar-gembor, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan bangkit terus,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia berharap pembangunan sejumlah bendungan tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk terus melangkah menuju pencapaian tersebut.

Ia kemudian meminta pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk menjaga bendungan-bendungan tersebut dengan baik. Selain itu, Prabowo juga berpesan agar para petani benar-benar dapat memperoleh akses air yang memadai dari bendungan tersebut.

“Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan, yanpa pangan tidak ada negara,” jelas dia.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa keberadaan lima bendungan tersebut dirancang untuk mendukung target swasembada pangan, energi, dan air sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo.

Menurut Dody, dari sisi ketahanan pangan, lima bendungan tersebut mampu memberikan layanan irigasi bagi lahan pertanian seluas sekitar 40 ribu hektare (ha) yang didukung jaringan irigasi sepanjang sekitar 280 kilometer (km).

Infrastruktur tersebut juga mampu memasok air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik serta membantu mengurangi potensi banjir di wilayah seluas sekitar 932 hektare.

Selain mendukung sektor pertanian, Dody mengatakan bahwa bendungan-bendungan tersebut juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan energi nasional melalui potensi pembangkit listrik tenaga air dan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung.

“Sedangkan untuk ketahanan energi, ini turut menyumbang potensi pembangkit listrik tenaga air sebesar 9,6 MW dan pembangkit listrik tenaga surya terapung sebesar 346 MW,” kata Dody.

Ia berharap infrastruktur yang telah dibangun tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani, sekaligus memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor.

Ia menambahkan bahwa sesuai arahan Prabowo, pemerintah menempatkan bendungan sebagai infrastruktur yang mampu memberikan manfaat optimal bagi petani dan seluruh masyarakat.

“Melalui Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air benar-benar mampu memberikan manfaat yang maksimal kepada petani dan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital