Sabtu, 8 Agustus 2026

Realisasi Investasi Hingga Semester I Capai Rp1.010 T, Lokasi Didominasi Luar Jawa, Serap 1,4 Juta Pekerja

Jakarta, PaluEkspres.com — Pemerintah mencatat realisasi investasi sepanjang semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan mayoritas investasi terealisasi di luar Pulau Jawa.

Dengan capaian tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan pemerintah telah mencapai 49,5 persen dari target realisasi investasi tahun ini, yakni sebesar Rp2.041,3 triliun. Dengan demikian, lanjut dia, realisasi investasi Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target 2026.

Selain itu, ia juga menyebut realisasi investasi tersebut berhasil menyerap 1,44 juta tenaga kerja, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, bisa saya sampaikan di sini, komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia masih in line dengan target yang dicanangkan di 2026 ini,” ujar Rosan dalam konferensi pers, Kamis (16/7).

Rosan melanjutkan, dari sisi persebaran wilayah, investasi di luar Pulau Jawa kembali mencatatkan porsi yang lebih besar dibandingkan Pulau Jawa, sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan ekonomi. Adapun realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai Rp502,8 triliun atau sekitar 49,8 persen dari total investasi, sementara realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen dari total realisasi investasi.

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode Januari hingga Juni 2026 relatif berimbang.

Adapun realisasi PMDN mencapai Rp502,9 triliun atau 49,8 persen dari total realisasi investasi sepanjang semester I 2026, sementara realisasi PMA mencapai Rp507,6 triliun atau setara 50,2 persen dari total realisasi investasi.

Dari sisi asal investasi asing, Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia sepanjang semester I 2026 dengan nilai investasi mencapai USD 8,8 miliar, diikuti Hong Kong sebesar USD 7,6 miliar, Tiongkok USD 3,9 miliar, Jepang USD 1,9 miliar, dan Amerika Serikat USD 1,7 miliar.

Kelima negara tersebut menyumbang sekitar 77,8 persen dari total PMA yang masuk ke Indonesia selama semester I 2026.

Rosan menegaskan bahwa capaian investasi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga meskipun dunia masih menghadapi ketidakpastian global.

“Di tengah tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini bahwa komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line dengan target yang dicanangkan oleh Bapak Presiden kepada kami untuk tahun 2026 ini,” kata Rosan.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital