Tiga Hari Kodam XXIII/Palaka Wira: Dari Karhutla hingga Pembinaan Generasi Muda
Rangkaian kegiatan dan peristiwa menonjol di lingkungan Kodam XXIII/Palaka Wira sepanjang 31 Agustus hingga 2 September 2026.
PALU — Aktivitas Kodam XXIII/Palaka Wira dalam tiga hari terakhir memperlihatkan dua wajah utama tugas kewilayahan TNI: memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. Isu kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian terbesar, sementara kegiatan olahraga menjadi ruang pembinaan generasi muda.
Kodam Kerahkan Personel ke 13 Kabupaten/Kota Hadapi Karhutla
Kodam XXIII/Palaka Wira memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan dengan mengerahkan personel ke 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Penempatan pasukan diarahkan sedekat mungkin dengan wilayah rawan sehingga respons terhadap titik api dapat dilakukan secara cepat.
KARHUTLA KESIAPSIAGAANSekitar 1.600 Prajurit Disiapkan untuk Penanganan Karhutla
Kekuatan personel disebar melalui jajaran Kodim dan satuan tempur Kodam. Penggelaran tersebut dirancang agar setiap wilayah memiliki kemampuan respons awal ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan.
PERSONEL RESPONS CEPATSatgas Penyuluhan Pencegahan Karhutla Diperkuat
Pendekatan penanganan tidak hanya diarahkan pada pemadaman. Kodam juga memperkuat edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat untuk mencegah munculnya titik api sejak awal.
PENCEGAHAN EDUKASI22 Armada Pemadam Disebar ke 13 Kabupaten/Kota
Selain personel, Kodam XXIII/Palaka Wira menyiapkan puluhan armada pemadam serta berbagai peralatan pendukung seperti alat pelindung diri, drone, GPS, pompa dan perlengkapan pemadaman.
ARMADA TEKNOLOGIParadigma Penanganan Karhutla Digeser: Dari Pemadam Menjadi Pencegah
Penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD dan unsur terkait menjadi bagian penting dari strategi. Pencegahan melalui edukasi masyarakat dipandang sama pentingnya dengan kemampuan memadamkan api.
STRATEGI KOLABORASIBritama Mamuju FC Juara Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira Cup I
BRITAMA Mamuju FC keluar sebagai juara setelah mengalahkan PLN FC Mamuju dengan skor 2–0 dalam partai final di Lapangan Sepak Bola Tammajarra Makorem 142/Tatag. Turnamen juga menjadi ruang pembinaan talenta sepak bola muda.
OLAHRAGA GENERASI MUDAPrestasi Piala Pangdam Jadi Bagian dari Pembinaan Talenta Muda
Kejuaraan sepak bola yang digelar Kodam tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga membuka ruang identifikasi pemain muda potensial. Sejumlah pemain U-23 diproyeksikan mengikuti proses seleksi Pra-PON Sulawesi Barat.
PEMBINAAN PRA-PONBenang Merah Tiga Hari
Aktivitas Kodam bergerak pada tiga garis besar
- Kesiapsiagaan bencana. Penggelaran personel dan armada menunjukkan penekanan pada kemampuan respons cepat menghadapi karhutla.
- Pencegahan. Strategi tidak berhenti pada pemadaman, tetapi mulai diarahkan pada edukasi, penyuluhan dan deteksi dini.
- Pembinaan masyarakat. Kegiatan olahraga menjadi instrumen membangun interaksi sosial sekaligus menemukan talenta muda.
Dalam rentang 31 Agustus–2 September 2026, isu karhutla menjadi agenda paling dominan dalam aktivitas Kodam XXIII/Palaka Wira. Pada saat yang sama, kegiatan olahraga memperlihatkan bahwa tugas kewilayahan juga bersentuhan dengan pembinaan sosial dan generasi muda. Dua agenda tersebut bertemu pada satu gagasan: kehadiran TNI di tengah masyarakat.






