Sabtu, 8 Agustus 2026

Kok Gun Gun Bilang Tamasya Al Maidah Cederai Demokrasi Indonesi

Ilustrasi

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pengerahan massa bertajuk Tamasya Al-Maidah ke tempat pemungutan suara (TPS) terkait Pemilihan Kepala Daerah DKI putaran kedua tidak wajar dalam proses demokrasi di Indonesia.

“Ini kan proses demokrasi elektoral di Jakarta, jadi yang menentukan ya warga Jakarta sendiri. Pengerahan massa yang berpotensi mengintimidasi ini tidak boleh ada,” jelas pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Islam Negeri Jakarta Gun Gun Heryanto saat dikontak, Selasa (18/4).

Tamasya Al-Maidah digagas sejumlah ormas keagamaan yang diketahui dekat dengan pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Dari kacamata Gun Gun, pengerahan massa menjaga TPS bisa dikategorikan sebagai bentuk menyudutkan salah satu pasangan calon. “Harus dilarang dan ditolak, sebab kegiatannya berisiko memicu konflik,” jelasnya.

Penyelenggara pemilu dan aparat harus berinisiatif menghentikan Tamasya Al-Maidah yang jelas tujuannya mengarah kepada kegiatan intimidatif. Bahkan perlu tindakan tegas jika mereka nekat melawan larangan yang diberikan.

“Pasangan calon yang terafiliasi dengan kegiatan ini juga harus bertindak, karena malah bisa menjadi bumerang jika hal yang dikhawatirkan terjadi,” jelas Gun Gun.

Kepala Kepolisan RI Jenderal Tito Karnavian sebelumnya sependapat bahwa Tamasya Al-Maidah berpotensi mencederai proses demokrasi. Apalagi kegiatan itu bukan merupakan kegiatan resmi pilkada Jakarta.

Polisi, kata Tito, tak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap pengerahan massa ke TPS. “Datang ke TPS dalam jumlah besar membawa dampak intimidatif secara politis dan psikologis. Itu sudah kegiatan politik, dan kami akan menindak tegas dengan diskresi yang ada,” ujar dia.

Gun Gun menyarankan, selain siap menang, pasangan calon juga harus bisa bersikap siap kalah. Jangan sampai kepercayaan diri yang sangat tinggi bakal memenangkan pilkada Jakarta malah memicu ekspresi tidak siap kalah. “Jangan sampai ada ekspresi dengan tindakan tidak inkonstiusional, lalu mengerahkan massa yang tak terkendali,” kata Gun Gun.

(rmol/fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital