Sabtu, 8 Agustus 2026

Ada Jenderal TNI jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Helikopter AW

PALU EKSPRES, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama KPK mengungkap korupsi pengadaan Helikopter AgustaWestland (AW) 101. Adapun ditemukannya dugaan korupsi pengadaan heli tersebut berasal dari investigasi yang dilakukan Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto.

Dengan bekerja cepat, pada 24 Februari 2017, hasil investigasi dikirimkan kepadanya dan semakin jelas ada korupsi dan konspirasi. “Dari ini maka bermodal investigasi KSAU saya bekerja sama dengan Kepolisian RI, BPK RI, khususnya PPATK dan KPK. Tiga bulan intensif,” ujar Gatot saat menggelar konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (26/5).

Dilanjutkan penyelidikan yang dilakukan Pusat Polisi Militer (POM) TNI, didapati hasil bahwa ada kerugian negara dari pembelian heli tersebut sebesar 738 miliar.

“Ditemukan potensi kerugian negara Rp 220 miliar rupiah dengan basis perhitungan nilai tukar USD 1sama dengan Rp 13 ribu. Info awal bahwa minimal ada penyimpangan Rp 220 miliar,” ujar Gatot.

POM TNI pun telah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya enam orang dari militer dan tujuh orang dari sipil. Juga ditemukan barang bukti uang dan telah disita. “Barbuk uang yang diamankan dan disita. Selain itu dilakukan pemblokiran rekening BRI atas nama Diratama Jaya Mandiri yang isinya sebesar Rp 136 miliar,” jelas Gatot.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu juga mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tersebut, POM TNI telah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan dengan menetapkan tiga tersangka dari unsur militer.

“Mereka adalah Marsekal Pertama (setara Jenderal bintang satu) TNI FA yang bertugas pejabat akte komitmen, kemudian Letkol BW pejabat pemegang kas, dan SS yang merupakan staf Pekas yang menyalurkan dana ke pihak-pihak tertentu,” bebernya.

Gatot mengatakan, bahwa hasil ini bersifat sementara. Kemungkinan akan ada tersangka lain. “Masih sangat-sangat mungkin ada tersangka lain,” tegasnya.

Sementara dia mengimbau supaya personel TNI yang terlibat dalam kasus ini bersifat kooperatif, jujur dan bertanggung jawab. “Sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dituntaskan cepat dan profesional,” pungkas Gatot.

(dna/JPG)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital