Minggu, 9 Agustus 2026

Sudah Saatnya Teroris Dilawan Pakai Tentara

PALU EKSPRES, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengharapkan ide pemerintah tentang pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme tidak disikapi secara negatif. Menurutnya, pelibatan TNI memang sangat memungkinkan jika melihat pada pada kebutuhan.

Hasanuddin menyatakan bahwa di negara mana pun, teroris saat ini digolongkan sebagai kejahatan terhadap negara. Sementara dalam pemeberantasan terorisme, pada prinsipnya selalu menggunakan tiga kekuatan utama yang terdiri dari penegakkan hukum, intelijen, dan militer dengan dibantu unsur-unsur lainnya.

“Cara mengompilasikan ketiga elemen itu sangat tergantung pada jenis dan jumlah ancaman, luas wilayah, standar penangkalan, sumber daya yang dimiliki, dan political will negara masing-masing,” ujar Hasanuddin, Selasa (30/5).

Mantan sekretaris militer kepresidenan itu menegaskan bahwa untuk proses penegakan hukum, tahap penyelidikan dan penyidikan tentu hanya dapat dilakukan oleh polisi. Namun, sambungnya, polisi bisa saja didukung data intelijen yang akurat dari elemen  TNI.

Sedangkan dalam upaya pencegahan, aparat teritorial dapat digunakan dalam upaya deradikalisasi, pengawasan wilayah, bantuan informasi dan kebutuhan lainnya. “Sementara untuk menghadapi infiltrasi dari luar, TNI dapat ditugaskan di wilayah perbatasan yang rawan,” tegasnya.

Hasanuddin menambahkan, untuk kepentingan perlindungan dan penindakan, TNI juga memiliki satuan-satuan terlatih. Antara lain mampu memberikan perlindungan terhadap presiden, wapres, dan tamu negara.

“Untuk represi, TNI dapat dikerahkan. Misalnya di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif, laut bebas atau pembajakan pesawat umum,” paparnya.

Masalahnya sekarang, kata Hasanuddin, adalah cara mengompilasikan semua kekuatan itu dengan tepat dan terkontrol. “Ancaman teroris di Indonesia sudah semakin merisaukan, kita membutuhkan kerja sama yang erat dari semua elemen kekuatan bangsa,” pungkas politikus PDI Perjuangan dengan pangkat terakhir mayor jenderal itu.
(ara/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital