Sabtu, 8 Agustus 2026

Ngeri..! Baru Awal Tahun, Sudah 55 Bocah Jadi Korban Pencabulan

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pengungkapan kasus kejahatan seksual pada anak sudah mencapai angka 55 sejak awal tahun. Jumlah yang sangat besar.

Kasus itu terjadi hanya di Lampung dan Tangerang. Perinciannya, di Tangerang korban mencapai 41 anak. Sedangkan di Lampung mencapai 14 anak.

Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Merdeka Sirait mengunjungi Mapolsek Natar, Lampung Selatan, untuk memastikan kasus pelecehan seksual di sana ditangani dengan baik.

Korban dari peristiwa itu adalah santri di salah satu pesantren. Kasus di Lampung tersebut tidak lama berselang dari kasus di Tengerang. Korbannya anak-anak berusia 7 hingga 15 tahun.

Ketua KPAI Santoso menuntut pemerintah segera menerapkan hukuman yang lebih tegas kepada para “monster” itu. Jika tidak, pelecehan seksual terhadap anak bisa semakin marak.

“Ini agar menjadi efek jera bagi semua orang yang berpotensi melakukan tindakan yang sama,” katanya. Santoso menambahkan, pihaknya menyerahkan proses hukum kepada aparat yang berwajib.

Meski demikian, KPAI akan terus melakukan pendampingan. Tujuannya, pelaku mendapat hukuman setimpal.

Hukumannya pun tidak main-main. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mewacanakan pengebirian dan pengumuman data pelaku ke publik.

“Bisa dikenakan UU 17 Tahun 2016,” ungkapnya. UU tersebut merupakan pengganti UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukumannya adalah penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Dendanya pun mencapai Rp 5 M. Pelaku yang memiliki kekerabatan dekat dengan korban mendapat hukuman lebih berat.

Misalnya, orang tua, wali, pengasuh, pendidik, atau tenaga kependidikan. Pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana.

Susanto prihatin dengan makin banyaknya lembaga pendidikan yang menjadi tempat tidak aman untuk anak.

(lyn/aji/mir/cg/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital