Minggu, 9 Agustus 2026

Dilema Penyaluran Bantuan untuk Korban Gempa Lombok, Pengungsi Butuh Terpal dan Air Bersih

PENGUNGSI

PALU EKSPRES, MATARAM – Persoalan Lombok di tengah masa tanggap darurat tidak hanya masih dihantui gempa susulan dan gempa utama yang berpindah. Tapi penyaluran yang belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Meski petugas gabungan dan relawan dari sejumlah lembaga sosial memberikan bantuan dan trauma healing, namun persoalan mendasar lainnya tak kunjung tuntas. Penyaluran bantuan logistik berupa bahan makanan, terpal dijadikan tempat sebagai untuk perlindungan di pengungsian, selimut
, dan lainnya masih dibutuhkan. Semua itu belum terdistribusi dengan baik.
Sutaryo selaku Komandan Posko Induk Penanganan Bencana Lombok dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengungkap, bantuan tidak pernah cukup bagi korban. Setiap yang datang langsung habis.

Tenaga medis saat menangani anak-anak yang menjadi korban gempa di Lombok pada Minggu (5/8/2018). (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
ACT merupakan salah satu lembaga sosial yang sudah terlibat sejak gempa Minggu (29/7/2018). Hingga kini relawannya masih tersebar di beberapa daerah yang terdampak parah akibat gempa. Menurutnya ada dilema dalam penyaluran bantuan. Jika menjangkau daerah yang jauh dan sulit, maka korban yang daerah terlintasi akan merasa cemburu. Mereka juga mengaku juga membutuhkan bantuan.
Sebaliknya menyalurkan di daerah terdekat yang belum mendapatkan bantuan, maka daerah yang disinyalir parah tak akan pernah mendapat bantuan. Sebab, bantuan untuk mereka selalu tercegat di tengah jalan.
“Saat ini Kecamatan Sembalun dan Sambelia warganya belum mendapat bantuan seperti daerah lain,” ujar Sutaryo kepada JawaPos.com saat ditemui di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (20/8).
Dari data ACT, pihaknya telah mendirikan 97 posko. Semua itu terdiri atas Posko Induk di Kantor Cabang ACT NTB di Kota Mataram; 8 posko wilayah; 44 Posko Unit; dan 44 Posko dapur
umum.
Untuk posko wilayah posisinya berada di delapan kecaman yang terdampak cukup parah. Sementara posko dapur umum selain berbentuk food
truck juga ada dapur umum yang dikelola relawan dan pengungsi sendiri.
Dia menyebut setiap bantuan yang dibawa ACT selalu habis seketika. Sebelumnya sudah didistribusikan 750 ton bantuan logistik dari gudang utama. Lalu datang lagi 850 ton bantuan yang dibawa dengan KRI Banjarmasin dari Jakarta pada Senin (19/8). Diperkirakan bantuan dari Kapal Kemanusiaan Lombok (KKL) itu akan tuntas dibongkar dari Pelabuhan Carik, Lombok Utara pada Rabu (22/8). “Kami berharap bantuan yang banyak ini dapat menjangkau daerah yang belum tersentuh,” sebutnya.

Umumnya bantuan itu berupa kebutuhan korban, seperti selimut, terpal, bahan makanan, popok bayi, pembalut, air bersih, dan lain sebagainya. “Barang-barang seperti ini paling dibutuhkan korban,” ujarnya.

Usman Ali, 32, warga Lombok Barat yang menjadi korban terdampak atas gempa. Jika dibandingkan dengan Lombok Utara dan Lombok Timur, wilayah Lombok Barat tidak begitu parah. Di Dusun Karang Lauk, Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari terdapat pengungsian di tengah sawah. Di sana warga mendirikan tenda dari terpal untuk berlindung. Hanya saja kondisi tendanya seadanya.

“Kami di sini butuh terpal dan selimut. Anak-anak kami kedinginan setiap malam. Apalagi kalau hujan, tenda kami kemasukan air,” ujarnya lirih.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masyarakat Lombok dan sekitarnya mengalami rasa trauma terhadap guncangan gempa. Setiap ada gempa utama ataupun gempa susulan warga langsung memilih berada di luar rumah.

Sementara munculnya korban jiwa, kata Sutopo, umumnya tertimpa bangunan roboh dan serangan jantung lantaran kaget merasakan guncangan gempa yang keras.
(iil/jpk/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital