Sabtu, 8 Agustus 2026

Menyelisik Peran DPD yang Dianggap Tak Punya Kewenangan

PALU EKSPRES, JAKARTA – Masih banyak kebingungan ditengah masyarakat tentang apa sebenarnya peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Acapkali, DPD juga mengeluh karena terkesan tidak punya kewenangan yang kuat ketimbang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dari berbagai sumber yang dihimpun, DPD bisa mengajukan kepada DPR untuk rancangan undang-undang. Para senator juga bisa memberikan pertimbangan kepada DPR atas rancangan undang-undang.

DPD memberikan usulan kepada DPR dalam hal pemilihan anggota badan Pemeriksa Keuangan. Usulan itu diberikan secara tertulis sebelum pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan.

Pengamat Politik Dadang Darmawan Pasaribu mengatakan dengan kewenangannya, harusnya DPD juga bisa mengakomodir aspirasi masyarakat, yang tidak tertampung oleh parpol lewat DPR.

“Anggota DPD banyak yang mengeluhkan tidak memiliki kewenangan yang kuat dan kalah saing dengan Anggota DPR. Namun menurut saya urusan optimalisasi pekerjaan bukan menurut kewenangan yang ada, tetapi seberapa maksimal kita dapat menyelesaikan tanggung jawab itu,” kata Dadang, Sabtu (5/1/2018).

Perbedaan antara DPD dan DPRD hanya pada kewenangan keputusan. DPR bisa memutuskan, sedangkan DPD hanya bisa memberikan usulan dan pertimbangan.

Menurut calon Senator asal Sumut itu, harusnya anggota DPD tidak mempermasalahkan soal kewenangan. Tapi bisa lebih bekerja maksimal sesuai tugasnya.

“Yang jelas harus maksimal. Buktinya di dunia mahasiswa, dengan keterbatasan biaya kita masih eksis mengawal negeri ini. Apalagi seorang Anggota DPD yang fasilitasnya sama seperti Anggota DPR,” imbuhnya.

Mantan Ketua Umum Badko HMI Sumut ini juga menjelaskan, DPD punya kelebihan dengan berkantor di daerah. Sehingga DPD bisa bersinggungan langsung dengan para konstituennya.

“Peran DPD akan lebih efektif karena berkantor langsung di daerah,” ucapnya.

Tak hanya itu, Dadang menjelaskan peran DPD dapat bersinergi dengan pemerintah daerah terkait perda yang akan dikeluarkan di daerah tersebut.

“Jadi menurut saya, bila ada keinginan dan tekad yang kuat dari kepala daerah dan legislatifnya, untuk menghasilkan perda yang baik, maka DPD akan mendukung hal itu,” tandas penulis buku Kita Telah Mati tersebut.

(pra/JPC)

 

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital