Minggu, 9 Agustus 2026

Kebijakan Dipaksakan, Gaji PPPK dari Honorer K2 Dibebankan ke Pemda

 

 

PALU EKSPRES, JAKARTA – Rencana pemerintah pusat menyerahkan

penggajian PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) dari

honorer K2 (kategori dua) kepada pemerintah daerah dinilai

sebagai kebijakan yang sangat buruk.

Menurut Koordinator Wilayah Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I)

Sumatera Selatan Syahrial, kelihatan sekali kalau anggaran untuk

honorer K2 djadikan PPPK, tidak ada alias nihil.

“Kebijakan ini kelihatan sekali sangat dipaksakan dan mengabaikan

rasa kemanusiaan, serta keadilan yang sangat diharapkan serta

dibutuhkan oleh sebagian besar rakyat Indonesia khususnya tenaga

honorer,” kata Syahrial kepada JPNN, Kamis (24/1/2019).

Pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria

Wibisana bahwa pusat tidak memaksakan daerah untuk mengangkat

PPPK, juga dikritisi Syahrial.

Pusat memberikan pilihan sulit kepada daerah. Bila daerah tidak

punya anggaran dan akhirnya batal merekrut PPPK dari honorer K2,

maka pemda yang disalahkan. Bila memaksakan diri merekrut PPPK

meski keuangan cekak, beban pemda bakal tambah berat.

“Kalau kami lihat, pusat ingin lempar handuk. Pemda dikasih beban

untuk tanggung jawab menyelesaikan masalah honorer dengan alasan

honorer diangkat pemda,” tuturnya.

Yang merugikan honorer adalah bila daerah menolak, tidak akan ada

formasi. Honorer K2 juga tidak bisa memaksakan kehendak karena

banyak daerah yang kemampuan fiskalnya rendah.
“Mau bicara apa lagi? Apapun keputusan pemerintah pusat,

sepertinya wajib ditaati, enggak perlu kompromi. Apapun masalah

yang akan terjadi, pusat anggap enggak ada urusannya,”

sambungnya.

Dia menambahkan, mestinya bila pusat ingin menyelesaikan masalah

honorer K2, anggaran PPPK jangan dibebankan ke daerah.

(esy/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital