Sabtu, 8 Agustus 2026

Sulteng dan Kaltim MoU Delapan Sektor, Apa Saja…?

Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura dengan Gubernur Kalimantan Timur Irsan Noor. foto: biro adminpim Pemprov Sulteng

PALUEKSPRES, SAMARINDA– Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura dengan Gubernur Kalimantan Timur Irsan Noor, melaksanakan penandatanganan MoU kerjasama kedua provinsi meliputi delapan lingkup sektor, di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 9 September 2021.

Delapan Lingkup MoU yang ditandatangani itu meliputi bidang Perdagangan, Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Perkebunan, Perhubungan, Parawisata, Perindustrian, Kelautan dan Perikanan.

Gubernur Kaltim, Irsan Noor, menyampaikan bahwa kerjasama antara Kaltim dan Sulteng merupakan kerja sama yang sangat strategis melihat potensi yang begitu besar yang dimiliki Sulteng, dan merupakan kebutuhan dalam pengembangan dan pembangunan Kaltim, khususnya untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam rangka ibu kota negara baru seperti siaran pers yang diterima Palu Ekspres, Kamis 9 September 2021.

Irsan Noor juga melihat Sulteng memiliki potensi batu pecah, potensi pertanian, holtikultura dan buah-buahan segar.

Untuk batu pecah saja Kaltim membutuhkan 30 Juta Ton dalam rangka pembangunan infrastruktur persiapan ibu kota baru.

Sementara, Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura menyampaikan bahwa Pemerintah Sulteng melalui visi dan misinya mendorong peningkatan produksitifitas pertanian, seperti padi dan holtikultura, buah-buahan dan peternakan yang diharapkan pasar terbesarnya adalah Kaltim.

Pada OPD Teknis dan dunia usaha Gubernur Rusdy berharap dapat segera menindaklanjuti MoU menjadi kerjasama sesuai dengan bidang usaha dan sesuai tugas dan fungsi masing-masing OPD Pemda.

Gubernur juga meminta agar bisa meningkatkan Kerja sama regional Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan.

Gubernur saat itu didampingi Tim Ahli Gubernur, Yunan Lampasio, Andika, Ronny Tanusaputra, Pelaksana Tugas Kepala Bappeda, Suandi, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda, Arfan, Karo Adm Pimpinan, Edy Lesnusa. (aaa/pe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital