Selasa, 11 Agustus 2026

Program Revitalisasi Sekolah Serap 238 Ribu Tenaga Kerja, Hidupkan 58 Ribu UMKM

Jakarta, PaluEkspres.com – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyatakan program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.

Dalam keterangannya, Qodari mengatakan program tersebut berhasil menyerap ratusan ribu tenaga kerja serta menggerakkan puluhan ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Data yang diterima KSP menunjukkan bahwa setiap satu sekolah rata-rata melibatkan sekitar 22 pekerja dari masyarakat setempat. Jadi ada 16 ribu titik yang bergerak dengan sekian jumlah pekerja. Secara keseluruhan, tercatat 238.131 pekerja yang terlibat dalam program ini,” ujar Qodari dalam konferensi pers update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3).

Ia menjelaskan, tenaga kerja yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai dari insinyur, pengawas proyek, hingga tenaga pendukung lainnya. Menurutnya, program ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik sekolah, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal di sekitar lokasi pembangunan.

Selain menyerap tenaga kerja, program revitalisasi sekolah juga menggerakkan sekitar 58 ribu UMKM di berbagai sektor, seperti penyedia bahan bangunan lokal hingga percetakan dan penyedia alat tulis.

“Program ini juga menyumbang pada pendapatan daerah melalui pajak dan konsumsi lokal,” tambahnya.

Qodari menjelaskan, program revitalisasi sekolah tersebut bertujuan memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga mencakup peningkatan fasilitas sekolah.

“Memastikan ruang belajar yang aman, lingkungan yang sehat, termasuk area perbaikan toilet atau pembuatan toilet, serta fasilitas pembelajaran yang optimal. Ini adalah investasi jangka panjang negara dalam membangun generasi masa depan,” ujar Qodari.

Pada 2025, pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap 10.000 sekolah. Namun, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 16.167 sekolah.

Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan, sementara 105 sekolah lainnya masih dalam proses penyelesaian. Untuk 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,1 triliun untuk revitalisasi 11.744 satuan pendidikan. Namun, pemerintah juga berencana menambah target hingga mencapai 60 ribu sekolah.

Untuk mendukung penambahan tersebut, pemerintah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp89,5 triliun yang saat ini masih dalam proses pembahasan melalui Kementerian Keuangan. Qodari menegaskan, perluasan program revitalisasi sekolah menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap sektor pendidikan.

“Jadi kalau kita lihat, ini komitmen Presiden Prabowo untuk pendidikan sangat kuat,” pungkasnya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization