Minggu, 9 Agustus 2026

MUI Kutuk Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

PALU EKSPRES, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saad mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Tindakan tersebut di luar nalar orang sehat dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. “Patut diduga pelakunya adalah orang yang anti terhadap peberantasan tindak pidana korupsi,” tegas Zinut dalam keterangan tertulis, Rabu (12/4).

Untuk hal tersebut MUI meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas pelakunya dan menangkap dalang di balik peristiwa tersebut.

MUI terus mendukung kepada KPK dan aparat penegak hukum lainnya untuk terus berjihad melawan korupsi. Jangan pernah gentar dan menyerah kepada koruptor, meskipun resiko yang dihadapi sangat besar.

“Tindakan sadis yang dilakukan terhadap saudara Novel adalah bukti teror yang sangat nyata terhadap aparat penegak hukum yang ingin memberantas korupsi,” katanya.

Untuk hal tersebut MUI berharap hal tersebut tidak melemahkan semangat para penegak hukum lainnya untuk terus berjihad melawan korupsi. Karena korupsi adalah musuh negara yang harus dibasmi dari negara Pancasila. Kejahatan korupsi di Indonesia sudah sangat memprihatinkan karena sudah masuk pada semua sektor dan bidang kehidupan. Dari mulai bidang legislatif, eksekutif, yudikatif dan bidang-bidang lainnya yang sangat merugikan keuangan negara.

“MUI dalam fatwanya tahun 2000 menyatakan tegas bahwa suap (risywah), korupsi (ghulul) dan hadiah untuk pejabat adalah haram dan terhadap pelakunya harus dihukum seberat-beratnya,” ungkapnya.

MUI menyampaikan rasa simpati yang sangat mendalam kepada Saudara Novel Baswedan dan keluarganya, semoga beliau diberikan ketabahan dalam menerima musibah ini dan tetap semangat untuk berjihad melawan korupsi.

Sebelumnya, Selasa 11 April 2017 penyidik senior KPK Novel Baswedan menerima teror berupa penyerangan fisik. Wajah Novel disiram cairan kimia oleh seseorang setelah Salat Subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Diduga kuat hal itu adalah bagian dari serangan balik koruptor yang kasusnya sedang diperkarai oleh lembaga antirasywah. Saat ini Novel diketahui sedang menyidik perkara megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

(cr2/JPG/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital