Labuan Bajo, PaluEkspres.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi memastikan kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, lansia dan ibu hamil/menyusui mendapatkan perhatian serta bantuan sesuai kebutuhan spesifik mereka selama masa pemulihan pascabencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Demikian disampaikan Arifah saat meninjau para korban gempa, khususnya perempuan dan anak korban luka berat yang tengah menjalani masa pemulihan di Labuan Bajo, NTT, Senin (24/8).
“Pemerintah akan terus mengawal proses pemulihan dengan memastikan para korban memperoleh rasa aman, serta dukungan psikososial sesuai kebutuhannya. Kami ingin memberikan support semangat dan mendoakan. Kita adalah satu keluarga besar yang punya cinta untuk sesama warga negara,” ujar Arifah.
Pada kesempatan tersebut, Arifah mendatangi Posko Kementerian Sosial yang menampung sejumlah korban gempa asal Kabupaten Manggarai Timur. Para korban sebelumnya diterbangkan ke Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif serta fasilitas pemulihan yang lebih memadai.
“Sebelum kami ke sini, kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai apa saja yang dibutuhkan, khususnya untuk kebutuhan spesifik perempuan dan anak,” ucapnya.
Arifah menyerahkan bantuan alat bantu jalan berupa kruk atau tongkat kepada seorang ibu yang mengalami kesulitan berjalan akibat luka yang dideritanya. Ia juga membagikan mainan kepada anak-anak korban gempa, termasuk anak yang mengalami patah tulang, sebagai bagian dari dukungan psikologis selama mereka menjalani masa pemulihan.
“Tadi diinformasikan ada seorang ibu yang memang tidak bisa berjalan, maka kami tadi bawakan tongkat. Kemudian ada anak-anak juga yang patah tulang, kami bawakan mainan supaya tidak hanya bermain gadget, sehingga mereka bisa beraktivitas kembali,” kata Menteri PPPA.
Pemberian mainan kepada anak-anak korban gempa diharapkan dapat mengalihkan perhatian mereka dari penggunaan gawai secara berlebihan selama berada di pengungsian. Aktivitas bermain juga dinilai penting untuk membantu anak kembali aktif, berinteraksi, dan menjaga suasana hati selama menjalani proses pemulihan.
Usai meninjau posko pengungsian, Arifah melanjutkan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Labuan Bajo untuk melihat secara langsung kondisi pasien korban gempa yang masih menjalani perawatan.
Salah satu perempuan korban gempa, Adelina Jelinda (43) menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan Arifah bersama jajaran ke posko pengungsian. Ia berharap berbagai kebutuhan serta keluhan para korban dapat terus diperhatikan.
“Bahagia dikunjungi Bu Menteri. Saya sangat bersyukur kedatangan tim kementerian. Semoga keluhan dan kebutuhan kami sebagai korban gempa bisa dilayani. Kami ucapkan terima kasih untuk Bu Menteri. Semoga Bu Menteri sehat dan diberkahi,” ujar Adelina.
Kehadiran Menteri PPPA bersama berbagai pihak merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dan pemulihan perempuan serta anak yang terdampak bencana di NTT.






