Jakarta, PaluEkspres.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) M. Qodari mengatakan Program KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah sudah mengantarkan ratusan ribu mahasiswa menjadi sarjana dengan biaya cuma-cuma.
“Hingga akhir semester genap 2026, program ini telah mengantarkan 526.928 mahasiswa lulus pada jenjang sarjana atau sarjana terapan, ditambah 83.561 mahasiswa lulus pada jenjang diploma,” kata Qodari, dalam konferensi pers mingguan di Kantor Bakom RI di Jakarta, Rabu (26/8).
Sejak diluncurkan pada 2020 sebagai kelanjutan program Bidikmisi, KIP Kuliah rata-rata menjaring sekitar 200.000 mahasiswa baru setiap tahunnya.
Dari total 840.792 mahasiswa penerima KIP Kuliah yang aktif pada semester genap 2026, sebanyak 380.741 mahasiswa tersebar di 124 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sementara 460.051 mahasiswa lainnya menempuh studi di 2.204 Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Qodari mengatakan bahwa tujuan program ini adalah memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa tidak mampu secara ekonomi, dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
Prinsip pelaksanaannya adil, tepat sasaran, akuntabel, dan transparan. Program yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini hanya berlaku untuk mahasiswa di perguruan tinggi di lingkup Kemdiktisaintek untuk jenjang sarjana, sarjana terapan, atau diploma.
Qodari juga memaparkan, dari sisi latar belakang ekonomi, rata-rata pendapatan kotor gabungan orang tua penerima baru 2025 hanya sekitar Rp1,274 juta per bulan untuk penerima di PTN dan Rp1,181 juta per bulan untuk penerima di PTS.
“Ini menegaskan bahwa program ini menjangkau kelompok dengan kemampuan ekonomi yang benar-benar terbatas,” kata Qodari.
Pemerintah pun terus berkomitmen memperluas jangkauan penerima KIP Kuliah hingga ke wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T). Ini adalah upaya pemerintah untuk menjamin akses pendidikan tinggi yang adil, inklusif, dan berkualitas, agar semakin banyak generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang siap mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Penerima KIP Kuliah yang berasal dari wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) pada tahun 2026 tercatat sebanyak 85.390 mahasiswa, atau setara 10,2 persen dari total 840.792 mahasiswa penerima KIP Kuliah yang aktif (on going) tahun ini,” kata Qodari.
Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran KIP Kuliah sebesar Rp15,3 triliun untuk membiayai target 1.047.221 mahasiswa penerima. Untuk tahun 2027, anggaran KIP Kuliah diproyeksikan naik menjadi Rp 15,37 triliun.






