Sabtu, 8 Agustus 2026

ISIS di Filipina Terjepit, Indonesia Harus Makin Waspada

PALU EKSPRES, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menyatakan, aparat keamanan di Indonesia harus makin waspada terhadap posisi kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS) yang semakin tersudut di luar negeri.

Bahkan, posisi ISIS di Filipina juga makin terjepit setelah Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di wilayah Mindanao yang dikenal sebagai basis bagi kelompok militan radikal itu. Menurut Hasanuddin, pemerintah Indonesia harus mencermati pemberlakuan darurat militer di Pulau Mindanao.

“Karena, kebijakan itu membuat ruang gerak pasukan ISIS semakin terbatas. Khawatirnya, mereka akan masuk ke Indonesia, mengingat Filipina berbatasan langsung dengan Indonesia,” ujar Hasanuddin melalui siaran pers, Kamis (25/5).

Menurut Hasanuddin, posisi ISIS di mancanegara yang makin terjepit akan memancing pendukungnya di Indonesia untuk memunculkan eksistensinya melalui teror. Hal itu sebagai pesan kepada dunia internasional bahwa ISIS di Indonesia masih mempertahankan eksistensinya.

Mantan sekretaris militer kepresidenan itu menambahkan, jaringan ISIS di Filipina memang terkait dengan kelompok militan di Indonesia. Hal itu terlihat dengan keberadaan tiga warga negara Indonesia (WNI) terafiliasi ISIS yang tewas dalam bentrokan bersenjata melawan militer Filipina di Pulau Mindanao pada April 2017 silam.

Untuk itu, Hasanuddin menyodorkan empat langkah yang bisa ditempuh pemerintah. Yang pertama adalah penguatan pengawasan keimigrasian. “Terutama terhadap warga negara asing yang masuk wilayah Indonesia, dan juga WNI yang kembali ke Indonesia,” katanya.

Yang kedua adalah peningkatan aktivitas intelijen termasuk dengan melibatkan pemerintah daerah. Sebab, katanya, ISIS menggembleng para pendukungnya menjadi combatant di pelosok.

Sedangkan langkah ketiga adalah mengaktifkan razia terhadap bahan-bahan berbahaya yang berpotensi bisa dijadikan bom. “Lakukan sweeping bahan-bahan kimia yang berpotensi bisa dijadikan peledak,” cetusnya.

Yang terakhir adalah langkah yang tak kalah penting. Hasanuddin menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera mengintruksikan semua unsur intelijen untuk melakukan operasi khusus untuk mengangkap aktor-aktor teror dan dalangnya.

“Presiden harus memberikan instruksi untuk melakukan operasi intelijen khusus,” pungkas pensiunan TNI dengan pangkat terakhir mayor jenderal itu.

(ara/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital