Sabtu, 8 Agustus 2026

Kementan Optimis Indonesia Menjadi Negara Pengekspor Jagung

PALU EKSPRES, JAKARTA – Tenaga Ahli Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Mat Syukur, meyakini Indonesia mampu menjadi negara eksportir jagung.

Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menjadikan Indonesia Negara Eksportir Jagung” di Jakarta, Kamis (6/7).

“Sebagai eksportir jagung harus bisa. Pak Amran Sulaiman juga sebagai Menteri Pertanian optimistis,” kata Mat Syukur.

Syukur membandingkan tantangan ekspor Indonesia dengan penemuan pesawat terbang. Pada zaman dahulu, tidak ada orang yang pernah berpikir besi bisa terbang. Namun, dengan rekayasa teknologi industri, kini perjalanan Jakarta-Surabaya dapat ditempuh dalam satu jam.

Dalam tiga tahun ke depan, lanjutnya, pemerintah mencanangkan Indonesia swasembada pangan, khususnya untuk komoditi beras, melalui program yang terstruktur, masif, dan tertata.

Untuk merealisasikannya, Kementan sudah melakukan dua cara dalam rangka meningkatkan luas lahan dan melipatgandakan hasil produksi melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi.

“Areal tanam dari mana? Sudah banyak yang dilakukan, bukan sekadar (mengurus) existing. Ada terobosan baru, kerja sama dengan Perhutani,” kata Syukur.

Untuk mengetahui perkembangan tanaman jagung di berbagai daerah, Kementan selalu melakukan kontrol setiap harinya. Kemudian, Kementan pun berupaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui penetapan harga pokok penjualan (HPP) jagung sebesar Rp3.150.

Hasil kerja keras tersebut pun mulai membuahkan hasil. Salah satu indikasinya, tercermin dari belum adanya pemenuhan kebutuhan jagung nasional melalui produk luar negeri.

“Sampai sekarang, alhamdulillah, belum ada impor. Dibanding tahun sebelumnya, turun 66 persen,” ungkap Syukur.

Apabila terjadi surplus stok jagung, maka Kementan bakal mendorong Bulog untuk menyerap hasil produksi. Sehingga petani pun tidak dirugikan.

Bahkan, di beberapa tempat pada bulan Juni lalu, diketahui ada panen sebesar 2,3 juta ton yang dihasilkan dari 450 ribu hektarr. “Itu cukup juga untuk pakan ternak,” jelasnya.

Hasil panen yang berlimpah tersebut, menjadi daya tarik bagi Malaysia untuk membeli jagung Indonesia sebanyak 3 juta ton, setelah sebelumnya menyuplai kebutuhannya dari Amerika Latin.

“Begitu juga Filipina. Ini pasar cukup besar,” tandas Syukur.

(Mg4/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital