Selasa, 25 Agustus 2026

Jangan Khawatir, Dunia Jurnalistik Tetap Ada di Masa Depan

Menimbang Masa Depan Pencipta Konten Dalam Revolusi Digital

“Saya percaya pada saat yang sama media bisa membodohi masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga media bisa mencerdaskan masyarakat. Tinggal pilihannya ada pada media tersebut. Mana yang mau ia pilih.”

(Ignatius Haryanto, peneliti media dan pengajar jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara)

Anita Anggriany Amier, Pemimpin Redaksi Palu Ekpres

Teknologi mengubah media. Kurun satu dekade  terjadi revolusi di industri media. Dari koran menjadi media digital yang menggunakan internet, murah, mudah hanya dalam satu genggaman. Muncul platform media digital, google, facebook, media sosial seperti twitter, Instagram, dan facebook.

Lalu informasi berseliweran dengan mudah tak lagi harus dari wartawan yang melaporkan ke media konvensional koran, radio dan televisi. Kini konsumen, publik dapat langsung mereportasekan sebuah peristiwa melalui media sosial. Meskipun belum terklarifikasi dan belum jelas narasumbernya.

AA Ari Wibowo dari Lembaga Pers DR Soetomo mengatakan kini ada Adagium bahwa saat ini penonton berfungsi sekaligus sebagai narasumber.

Bagaimana nasib media konvensional dan wartawan di masa depan? Dua narasumber dalam Virtual Class yaitu Alfito Deannova, Pemimpin Redaksi Detik.com dan Ignatius Haryanto, peneliti media dan dosen jurnalistik di Universitas Multimedia Nusantara meyakini dunia jurnalistik dan wartawan tetap akan hidup. Hanya yang tak terhindar adalah berubahnya platform media.

“Jurnalistik akan selalu ada meskipun formatnya berbeda,” tandas Ignatius Haryanto, pemateri pada Virtual Class bertema  Menimbang Masa Depan Pencipta Konten Dalam Revolusi Digital yang diselenggarakan Lembaga Pers Dr Soetomo Jumat, 11 September 2020 secara daring.

Sebab banyak yang membedakan kerja jurnalistik dan publik. Di antaranya adanya  etika jurnalistik, kerja jurnalistik yang mendalam dalam mengelola konten. Meskipun tak terelakkan  jurnalistik pun harus berkembang mengikuti perubahan jaman.

Ignatius Haryanto

Masalah lain, sebab banyak media digital saat ini, yang mengabaikan akurasi. “Sering terjadi informasi yang cepat disampaikan, dan cepat juga diralat. Dan seringkali dengan membuang atau menghilangkan link sebelumnya, dan tanpa ada permintaan maaf atau penjelasan kepada publik mengapa ada perbedaan yang terjadi,” ujar Haryanto. 

Maka pemberitaan jurnalistik itu dibutuhkan untuk mengkonfirmasi kebenaran dan kedalaman sebuah berita .

Alfito menambahkan jurnalistik akan terus hidup sepanjang memberikan nilai tambah bagi publik dengan menyajikan berita yang akurat dan mendalam. “Sepanjang publik mendapatkan tambahan lebih dari jurnalistik, maka jurnalistik akan tetap hidup,” kata Alfito lagi.  

Keduanya sepakat selain menjaga kode etik jurnalistik, penting bagi jurnalistik untuk terus mengikuti perubahan jaman. Keduanya mencontohkan tentang New York Times yang semakin berkembang bahkan setelah berubah platform dari koran cetak menjadi digital. Bahkan kini menurut Alfito NY Times pun memiliki berita dalam bentuk video. Apalagi kata Fito, Indonesia yang kecenderungan warganya tak suka membaca, maka media video menjadi yang paling disukai.

Alfito mengatakan dimana saat ini platform media berkembang, maka jurnalis pun bisa memanfaatkan perkembangan media itu dengan berlatarbelakang ilmu jurnalistik mereka. “ Seorang wartawan bahkan bisa menjadi media itu sendiri. Misalnya dengan keilmuannya sebagai jurnalis itu dia membuat podcast tentang berita-berita yang dibutuhkan publik,” tandas Alfito.  

Satu persoalan yang terjadi pada media digital, dimana media menjadi penyembah dewa yang bernama traffic.  Ini membuat pembaca tak nyaman.

“Sebuah artikel pendek ditulis dalam sepuluh alinea dipecah menjadi 5 halaman. Sungguh mengesalkan,” tandas Heryanto. 

Belum lagi dengan judul-judul “clickbait” yang mengesalkan. Contoh

  • “Nah ini dia rahasia untuk tetap cantik ala …..”
    • Sepuluh tips untuk bisa diterima kerja
    • Artis ini kini berhijab, ini komentar teman dekatnya …

Apadaya traffic adalah uang. Semakin banyak kliker terhadap satu berita artinya nilai uang bertambah.

Meskipun demikian, tak disangkal media digital masih belum bisa diandalkan untuk “dijual”.  Ketika publik mengakses internet dan berita dengan gratis, maka sulit untuk menjual media digital kepada pelanggan.

Hanya ada beberapa media digital yang memiliki pasar yang bagus, dimana publik mau berlangganan. Menurut Alfito, media digital bisa menjual bila memiliki konten yang menarik dan sangat dibutuhkan oleh publik.

Jadi, kedua praktisi media ini meyakinkan mahasiswa jurnalistik untuk tidak khawatir terhadap masa depan. Sebab ilmu jurnalistik masih akan tetap tumbuh di masa depan. Hanya berubah bentuk. AA Ari Wibowo, yang menjadi moderator menutup virtual class itu dengan pernyataan bahwa jurnalistik harus dirawat. Karena Jurnalistik merepresentasikan kebutuhan publik dan menjaga demokrasi tetap berlangsung dalam negara.

(***)  

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global