Minggu, 9 Agustus 2026

Perppu Ormas Bawa Indonesia Kembali ke Rezim Orde Baru

PALU EKSPRES, JAKARTA – Setelah melalui proses panjang, hari ini (24/10/2017), DPR akan menggelar Rapat Paripurna untuk menentukan nasib Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No 2 tahun 2017 tentang organisasi masyarakat (Ormas).

Melihat peta hasil rapat Komisi II DPR, kemarin (23/10/2017), keputusan sepertinya akan diambil melalui voting. Jika dalam voting nanti Gerindra, PKS, dan PAN walk out (WO), parpol koalisi Pemerintah tak mau ambil pusing.

Dapat rapat terakhir di Komisi II kemarin, PDIP, Golkar, Nasdem, dan Hanura mendukung penuh Perppu itu disahkan menjadi Undang-Undang. Kemudian, Demokrat, PKB, dan PPP, menerima dengan syarat. Sedangkan Gerindra, PKS, dan PAN konsisten menolak Perppu tersebut.

Dengan peta seperti itu, anggota Fraksi NasDem, Muchtar Luthfy A Mutty, memprediksi, pengambilan keputusan Perppu Ormas bakal dilalui dengan voting.

Namun begitu, dia tetap berharap musyawarah mufakat dapat terjadi di menit-menit akhir menjelang Rapat Paripurna DPR dilaksanakan.

“Pengambilan keputusan tingkat pertama (hasil rapat Komisi II), mayoritas fraksi setuju Perppu Ormas. Cuma, kami berharap, sebelum pengambilan keputusan dalam Rapat Paripurna, masih ada lobi-lobi sehingga keputusan yang diambil bisa musyawarah mufakat, walau kemungkinan itu kecil,” kata anggota Komisi II ini saat dihubungi, Senin (23/10/2017).

Kalaupun harus voting, Muchtar tidak masalah. Pihaknya yakin, mayoritas fraksi akan setuju Perppu Ormas disahkan menjadi Undang-Undang. “Voting enggak jadi masalah,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, anggota Fraksi PAN, Yandri Susanto, memastikan, pihaknya akan konsisten menolak Perppu Ormas. Fraksinya pun tidak takut kalah jika pengambilan keputusan Perppu Ormas dilakukan melalui mekanisme voting.

“Kalau sesuai dengan Tatib, (jika) tidak ada musyawarah mufakat, ya voting. Kalau ada satu orang atau fraksi tidak setuju, tetap voting. Itu sesuai dengan Tatib,” kata Wakil Ketua Komisi II ini.

Apakah jika voting PAN akan WO?

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital