Senin, 10 Agustus 2026

Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp 116 T: Kilang Minyak, Pengganti LPG, hingga Biodiesel

Cilacap, PaluEkspres.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pada Rabu (29/4). Total nilai investasi 13 proyek hilirisasi ini mencapai Rp116 triliun.

“Groundbreaking hilirisasi tahap ke-2 yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi senilai kurang lebih Rp116 triliun meliputi 5 proyek di sektor energi, 5 proyek di sektor mineral, dan 3 proyek di sektor pertanian. Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” kata Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).

Proyek hilirisasi fase kedua ini mencakup sektor energi, logam dan mineral, material konstruksi, serta agroindustri, yang bertujuan untuk menurunkan ketergantungan impor, memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, serta mendorong terciptanya peluang kerja dan aktivitas ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Di antaranya adalah pengembangan kapasitas kilang gasoline di Dumai dan Cilacap yang akan mengurangi impor bensin hingga 2 juta kiloliter (KL) per tahun, pengembangan terminal BBM dengan total tambahan kapasitas 153 ribu KL, pengolahan batu bara menjadi DME untuk mensubstitusi impor LPG, serta pengolahan sawit menjadi biodiesel.

Langkah ini merupakan bagian integral dari Asta Cita dan visi Presiden Prabowo untuk membangun kemandirian ekonomi nasional berbasis industrialisasi, memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan nilai tambah yang optimal bagi kesejahteraan rakyat.

Ke depan, keberhasilan hilirisasi akan ditentukan oleh konsistensi implementasi, penguatan tata kelola, serta sinergi lintas pemangku kepentingan.

Dengan pendekatan tersebut, hilirisasi diharapkan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Berikut daftar 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II:

  1. Pembangunan fasilitas kilang gasoline di Dumai (Riau)
  2. Pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap (Jawa Tengah)
  3. Pembangunan tangki operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur)
  4. Pembangunan tangki operasional BBM di Biak (Papua)
  5. Pembangunan tangki operasional BBM di Maumere (Nusa Tenggara Timur)
  6. Fasilitas pengolahan batu bara menjadi DME di Tanjung Enim (Sumatra Selatan)
  7. Pengembangan fasilitas manufaktur baja nirkarat dari nikel di Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah)
  8. Pengembangan fasilitas produksi slab baja karbon dari bijih besi lokal di Cilegon (Banten)
  9. Ekosistem dan fasilitas produksi aspal Buton di Karawang (Jawa Barat)
  10. Hilirisasi tembaga dan emas di Gresik (Jawa Timur)
  11. Pengolahan sawit menjadi oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei (Sumatra Utara)
  12. Fasilitas pengolahan pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah (Maluku)
  13. Fasilitas terpadu kelapa di Maluku Tengah (Maluku)
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization