Jakarta, PaluEkspres.com — Ada masa ketika nama India di industri hiburan internasional belum sebanyak sekarang. Sebelum Priyanka Chopra Jonas, Deepika Padukone, Alia Bhatt dan sejumlah bintang India lainnya tampil rutin di berbagai panggung dunia, Aishwarya Rai Bachchan telah lebih dahulu membuka jalan.
Mantan Miss World 1994 itu tidak hanya dikenal sebagai salah satu aktris terbesar Bollywood. Selama hampir tiga dekade, Aishwarya juga menjadi salah satu wajah India yang paling mudah dikenali di luar negeri—dari kontes kecantikan, festival film internasional, Hollywood, hingga dunia mode.
Perjalanannya ke panggung global dimulai jauh sebelum istilah “global Indian celebrity” menjadi populer.
Dari Miss World hingga Simbol India
Pada 1994, Aishwarya Rai memenangkan mahkota Miss World. Kemenangan itu memiliki arti penting bagi India karena terjadi 28 tahun setelah Reita Faria menjadi perempuan India pertama yang memenangkan gelar Miss World pada 1966.
Ditulis The Times of India, Aishwarya kemudian membawa popularitas tersebut ke dunia perfilman. Ia memulai karier aktingnya pada 1997 melalui film Tamil Iruvar karya Mani Ratnam dan pada tahun yang sama tampil dalam film Hindi Aur Pyaar Ho Gaya.
Kariernya kemudian berkembang pesat melalui film-film seperti Hum Dil De Chuke Sanam, Taal, Devdas, Dhoom 2 dan Jodhaa Akbar. Namun, pengaruh Aishwarya tidak berhenti di Bollywood.
Ia mulai tampil dalam produksi internasional, antara lain Bride & Prejudice dan The Pink Panther 2. Kiprah tersebut membuatnya menjadi salah satu aktris India generasi awal yang mendapatkan perhatian luas dari industri hiburan Barat.
Cannes dan Diplomasi Budaya Lewat Saree
Salah satu panggung yang kemudian sangat identik dengan Aishwarya adalah Festival Film Cannes.
Pada 2002, ia menghadiri Cannes untuk pemutaran perdana Devdas, film karya Sanjay Leela Bhansali yang dibintanginya bersama Shah Rukh Khan dan Madhuri Dixit. Aishwarya memilih mengenakan saree berwarna kuning, sebuah pilihan yang kemudian menjadi salah satu penampilannya yang paling dikenang.
Sejak saat itu, kehadirannya di Cannes berkembang menjadi semacam tradisi tahunan. Selama lebih dari dua dekade, Aishwarya menjadi salah satu wajah India yang paling konsisten muncul di karpet merah festival tersebut.
Yang menarik, pengaruhnya di Cannes tidak semata-mata berkaitan dengan busana. Kehadirannya juga memperlihatkan bagaimana seorang bintang film dapat menjadi representasi budaya sebuah negara.
Saree yang dikenakannya bukan sekadar pakaian. Di hadapan kamera media internasional, busana tradisional India tersebut menjadi bagian dari identitas yang dibawa Aishwarya ke salah satu festival film paling bergengsi di dunia.
Dari Bollywood ke Hollywood
Aishwarya kemudian memperluas kariernya ke dunia perfilman internasional.
Ia tampil dalam Bride & Prejudice, film Inggris garapan Gurinder Chadha yang mengadaptasi kisah klasik Pride and Prejudice dalam konteks budaya India. Ia juga muncul dalam The Last Legion dan The Pink Panther 2.
Kehadirannya di Hollywood memang tidak serta-merta menjadikannya aktris utama dalam industri film Amerika. Namun, pada masanya, keberanian mengambil proyek internasional tersebut menjadi langkah penting bagi aktor India yang ingin menembus pasar global.
Jauh sebelum Bollywood memiliki penetrasi global sebesar sekarang, Aishwarya sudah menjadi salah satu wajah India yang dikenal oleh penonton internasional.
Ketika Aishwarya Bertemu Oprah
Popularitas Aishwarya juga membawanya ke sejumlah program televisi Amerika.
Salah satu momen yang paling banyak dikenang adalah penampilannya dalam The Oprah Winfrey Show. Times of India menyebut Aishwarya sebagai salah satu bintang Bollywood pertama yang mendapat kesempatan tampil dalam program tersebut.
Penampilannya menjadi penting bukan hanya karena siapa yang mewawancarainya, tetapi juga karena ia memperkenalkan sisi lain kehidupan dan budaya India kepada penonton Amerika.
Dalam berbagai kesempatan wawancara, Aishwarya dikenal mampu menghadapi pertanyaan sensitif mengenai kehidupan pribadi, budaya India dan citra perempuan dengan jawaban yang tenang sekaligus cerdas.
Wajah India di Madame Tussauds
Pengakuan internasional lainnya datang pada 2004 ketika Aishwarya menjadi aktris Bollywood perempuan India pertama yang memiliki patung lilin di Madame Tussauds London.
Museum tersebut merupakan salah satu tujuan wisata terkenal di dunia dan menampilkan figur tokoh-tokoh paling populer dari berbagai bidang.
Kehadiran Aishwarya di sana menjadi simbol lain dari meningkatnya pengaruh budaya populer India di dunia internasional.
Beberapa tahun kemudian, figur lilinnya juga tampil di Madame Tussauds Sydney. Situs resmi Miss World menyebut Aishwarya sebagai mantan Miss World dan aktris Bollywood yang memiliki pengaruh besar di India.
Lebih dari Sekadar Kecantikan
Popularitas Aishwarya sering kali berawal dari penampilannya. Namun, perjalanan kariernya menunjukkan bahwa pengaruhnya jauh lebih luas.
Ia berhasil berpindah dari dunia kontes kecantikan ke perfilman regional India, kemudian Bollywood, Hollywood, festival film internasional dan industri mode global.
Perjalanan tersebut juga menjelaskan mengapa namanya kerap disebut sebagai salah satu figur yang membantu membuka pintu bagi generasi bintang India berikutnya.
Hari ini, kehadiran aktor India di Cannes, Hollywood, festival film internasional dan panggung mode dunia bukan lagi sesuatu yang mengejutkan. Namun, Aishwarya merupakan salah satu figur yang mengalami masa ketika perjalanan tersebut belum menjadi hal yang lazim.
Tetap Menjadi Sorotan di Cannes
Menariknya, pengaruh Aishwarya di Cannes belum berakhir.
Pada 2026, ia kembali menjadi perhatian publik setelah penampilan dan foto-foto terbarunya dari Cannes menjadi bahan pembicaraan di media internasional. Salah satu foto yang baru muncul memperlihatkan Aishwarya dalam busana rancangan Tony Ward Couture yang dihiasi lebih dari 7.000 mutiara.
Media juga kembali menyoroti statusnya sebagai salah satu wajah paling konsisten di Cannes. Selama lebih dari 20 tahun, kehadirannya di karpet merah telah menjadi bagian dari sejarah hubungan antara Bollywood dan festival film tersebut.
Bahkan ketika perhatian publik terhadap penampilannya kadang berubah menjadi perdebatan mengenai usia dan penampilan fisik, jejak Aishwarya di Cannes tetap sulit dipisahkan dari perjalanan panjang perfilman India di panggung global.
Sebuah Warisan Global
Aishwarya Rai Bachchan mungkin telah melewati masa ketika ia menjadi wajah baru Bollywood. Tetapi warisan yang dibangunnya masih terlihat hingga sekarang.
Dari mahkota Miss World pada 1994, karpet merah Cannes, layar Hollywood, program televisi Amerika hingga Madame Tussauds, perjalanan Aishwarya memperlihatkan bagaimana seorang bintang dapat menjadi jembatan antara industri hiburan India dan dunia.
Jika generasi baru bintang India kini semakin mudah diterima oleh penonton internasional, sebagian jalannya telah lebih dahulu dirintis oleh figur seperti Aishwarya.
Ia tidak hanya membawa nama Bollywood ke luar India. Dalam banyak kesempatan, Aishwarya membawa potongan kecil budaya India—dari saree hingga sinema—ke hadapan dunia.
Dan mungkin itulah alasan mengapa, lebih dari dua dekade setelah pertama kali muncul di Cannes, namanya masih menjadi salah satu simbol paling kuat dari wajah India di panggung internasional.






