Warisan terbesar: ketika gereja tidak lagi membutuhkan orang Belanda
Mungkin bagian paling mengharukan dari buku ini muncul menjelang akhir.
Kruyt sejak lama membayangkan sebuah gereja Kristen yang dipimpin oleh masyarakat Toraja sendiri. Ia memahami bahwa sebuah gereja tidak akan pernah benar-benar mandiri jika seluruh kepemimpinannya bergantung pada orang asing.
Gagasan tersebut akhirnya menjadi kenyataan.
Pada 18 Oktober 1947, dalam sebuah sinode besar di Tentena, Gereja Kristen Sulawesi Tengah mencapai status mandiri. Brouwer melihat peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang sangat istimewa karena Kruyt masih hidup ketika hasil dari pekerjaan yang dimulainya lebih dari setengah abad sebelumnya itu akhirnya terwujud.
Ada ironi yang indah di sana.
Pemuda Belanda yang datang ke Poso pada 1892 pada akhirnya justru bekerja menuju keadaan ketika orang-orang Poso tidak lagi membutuhkan orang Belanda untuk memimpin gerejanya.
Ia datang sebagai pembawa pesan.
Tetapi ukuran keberhasilannya justru adalah ketika pesan itu dapat diteruskan tanpa dirinya.






