Papa Woente dan drama perubahan
Salah satu tokoh lokal paling menarik dalam buku ini adalah Papa Woente, kepala masyarakat To Pebato yang sejak awal menjalin hubungan dekat dengan Kruyt.
Ia merupakan gambaran manusia yang berada di antara dua dunia.
Papa Woente mendengarkan ajaran Kristen. Ia hadir dalam pertemuan. Ia semakin dekat dengan Kruyt. Dalam beberapa keadaan, ia menunjukkan bahwa ajaran yang didengarnya mulai memengaruhi tindakannya. Namun pada saat yang sama, ia tetap terikat pada adat dan kedudukannya sebagai pemimpin masyarakat.
Bahkan setelah beberapa kali menunjukkan ketertarikan terhadap agama Kristen, ia masih terlibat dalam praktik adat yang bertentangan dengan ajaran yang dibawa Kruyt.
Di sinilah buku tersebut memperlihatkan bahwa perubahan agama tidak pernah berlangsung seperti mengganti pakaian.
Seseorang dapat menerima gagasan baru tanpa sekaligus meninggalkan seluruh dunia lamanya.
Bagi Kruyt, kenyataan ini menjadi ujian kesabaran yang panjang.






