Buku yang berada di antara biografi dan autobiografi
Sejak awal, Brouwer memberi peringatan bahwa bukunya bukan biografi biasa. Ia menyebutnya berada di antara biografi dan autobiografi. Kruyt sendiri memberikan banyak informasi untuk bab-bab awal, membaca naskahnya dan melakukan koreksi. Bagian-bagian berikutnya banyak disusun dari laporan dan surat-surat Kruyt sehingga, meskipun tidak selalu diberi tanda kutip, suara Kruyt tetap sangat terasa.
Pilihan ini penting karena menjelaskan karakter buku tersebut. Kita sebenarnya sedang mendengar dua suara sekaligus.
Yang pertama adalah Kruyt, manusia yang mengalami sendiri perjalanan itu. Yang kedua adalah Brouwer, penulis yang beberapa tahun kemudian berusaha menempatkan perjalanan tersebut sebagai sebuah kisah hidup yang utuh.
Karena itu, buku ini terasa seperti berjalan mengikuti seseorang dari masa kanak-kanak hingga usia senja, sambil sesekali membuka jendela menuju dunia yang lebih luas di luar dirinya.
Strukturnya pun sangat jelas. Setelah pendahuluan mengenai latar belakang pengiriman misi ke Sulawesi Tengah, Brouwer membaginya ke dalam beberapa tahap kehidupan: masa kecil dan pembentukan Kruyt, periode di Gorontalo, “De Geduldproef” atau “Ujian Kesabaran” pada 1894–1904, “Architect en Bouwer” atau “Arsitek dan Pembangun” pada 1904–1923, periode terakhir di Midden-Celebes pada 1923–1932, masa pensiun 1932–1949, kemudian bab penutup mengenai hubungan Kruyt dengan Tuhan, rekan kerja, pemerintah, dan masyarakat Indonesia.
Struktur itu sebenarnya sudah memberikan kunci untuk memahami buku ini.
Kruyt bukan digambarkan sebagai seorang pahlawan yang datang lalu menang. Ia digambarkan sebagai seseorang yang harus menunggu.
Dan menunggu, dalam kisah ini, ternyata jauh lebih sulit daripada berjalan.






